Basis Data

Beberapa Istilah yang Digunakan Pada Basis Data

1.    Enterprise  :
Suatu bentuk organisasi seperti : bank, universitas, rumah sakit, pabrik, dsb. Data yang disimpan dalam basis data merupakan data operasional dari suatu enterprise.
    Contoh data operasional :       
    - data keuangan
    - data mahasiswa
    - data pasien

2.    Entitas  :
Suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam basis data.
     Contoh :
     Entitas dalam lingkungan Bank terdiri dari :   
    - Nasabah
    - Simpanan
    - Hipotik
     Contoh :
    Entitas dalam lingkungan Pabrik terdiri dari :   
    - Supplier
    - Part
    - Shipment
    Kumpulan dari entitas disebut Himpunan Entitas.
    Contoh :
    semua nasabah, semua supplier

3.    Atribut (Elemen Data)  :
    Karakteristik dari  entitas tsb.
Contoh :
Entitas Nasabah, atributnya terdiri dari : Kode Nasabah, Nama Nasabah, Alamat Nasabah.

4.    Nilai Data (Data Value)  :
        Isi data / informasi yang tercakup dalam setiap elemen data.
    Contoh :
    Atribut Nama Nasabah dapat berisi Nilai Data : Nina, Rika, Gema, dsb.

5.    Kunci Elemen Data (Key Data Elemen)  :
Tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas.
Contoh:
Entitas  Nasabah  yang  mempunyai  atribut-atribut  Kode  Nasabah, Nama Nasabah, Alamat Nasabah, dsb menggunakan Kunci Elemen Data  Kode Nasabah.

6.    Record Data  : 
    Kumpulan isi elemen data (atribut) yang saling berhubungan.
Contoh:
kumpulan Atribut Kode Nasabah, Nama Nasabah, Alamat Nasabah  berisikan  "931109", "Nina", "Jl. Keamanan 63A".

Komponen Sistem Basis Data

1.    Data
        Disimpan secara terpadu (integrated) dan  dapat dipakai secara bersama (shared).
2.    Perangkat Keras
    Terdiri dari unit penyimpanan sekunder.
    Contoh : disk, drum
3.    Perangkat Lunak
     Menghubungkan antara pemakai dan data di dalam sistem basis data
4.    Pemakai
    Dibagi menjadi 4 kategori :
    1.    System Engineer.
Tenaga ahli  yang  bertanggungjawab  atas pemasangan Sistem Basis Data, dan juga mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari sistem tersebut kepada pihak  penjual.
    2.    Administrator Basis Data.
Tenaga ahli yang mempunyai tugas  untuk  mengontrol sistem basis  data  secara  keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan sistem basis data, merencanakannya dan mengaturnya.
    3.    Programmer.
Membuat program aplikasi  yang diperlukan oleh pemakai akhir dengan menggunakan data yang terdapat dalam sistem basis data.
    4.    Pemakai Akhir.         
Tenaga   ahli   yang   menggunakan data   untuk  mengambil  keputusan  yang  diperlukan  untuk kelangsungan usaha      

Tugas Administrator Basis Data
1.    Menentukan isi basis data, yaitu dengan menganalisa kebutuhan aplikasi masing-masing pemakai dan menentukan entity-entity beserta isi yang diperlukan oleh enterprise tsb
2.    Menentukan  struktur  storage  dan strategi  akses, yaitu bagaimana data tsb diwujudkan di dalam basis data dan bagaimana mengaksesnya.
3.    Sebagai penghubung dari para pemakai, untuk meyakinkan apakah data yang diperlukan pemakai  sudah tersedia seluruhnya.
4.    Menentukan   prosedur-prosedur   pengecekan  otorisasi  dan validasi,  yaitu  untuk  memberikan  pengamanan isi basis data terhadap kesalahan proses atau kesalahan pakai.
5.    Menentukan  strategi   untuk  back up   dan recovery, yaitu untuk menyelamatkan isi basis data bila sewaktu-waktu terjadi kesalahan baik oleh manusia, hardware maupun software.
6.    Memonitor penampilan atau keandalan sistem, yaitu selalu menaruh perhatian serta  tindakan segera terhadap segala  perubahan  kebutuhan   sehingga  sistem   selalu  memberikan   penampilan yang terbaik terhadap enterprise tsb.

Utility Program yang Diperlukan oleh DBA
Untuk  melaksanakan  tugas-tugas  DBA, diperlukan  beberapa  program  utility  yang  juga diperlukan dalam implementasi sistem basis data, diantaranya :
1.    Loading Routines
    yang dipakai untuk membangun versi pertama dari basis data.
    Contoh :     Create
                        Struktur Data

2.    Reorganization Routines
       yang dipakai untuk mengorganisasi kembali basis data.
Contoh :     adanya ruang yang kosong, maka reorganization routines merapatkan kembali ruang  kosong tsb.
    DATA
    AA
    BB  ---> delete
    AB  ---> delete   ===> ruang kosong dirapatkan
    CC

3.    Journaling Routines
    yang dipakai untuk mencatat semua operasi pemakaian basis data, termasuk identifikasi pemakai serta isi record sebelum dan sesudah operasi tsb.
4.    Recovery Routines
    yang dipakai untuk mengembalikan isi basis data  ke saat sebelum terjadinya  kerusakkan  hardware atau software.

5.    Statistical Analysis Routines
yang dipakai untuk membantu memonitor keandalan sistem

Keuntungan dari Sistem Basis Data
1.    Data dapat dipakai secara bersama.
2.    Data dapat distandarisasi.
3.    Mengurangi redudancy (kerangkapan data).
4.    Kemandirian data.
    Dapat   digunakan  oleh  bermacam-macam  program aplikasi  tanpa harus  merubah format data yang sudah ada.
5.    Keamanan data terjamin.
    Data dapat dilindungi dari pemakai yang tidak berwenang.
6.    Keterpaduan data terjaga.
Memelihara keterpaduan data berarti data harus akurat, hal ini sangat erat hubungannya dengan pengontrolan kerangkapan data dan pemeliharaan keselarasan data.

Kerugian dari Sistem Basis Data
1.    Storage yang digunakan menjadi besar.
2.    Dibutuhkan tenaga yang terampil dalam mengelola data.
3.    Perangkat lunaknya mahal.
4.    Kerusakan pada sistem basis data dapat mempengaruhi departemen yang terkait.

Materi Basis Data dapat anda download dibawah ini :
8 Qry 1
9 Qry 2
10 Qry 3
Command QUERY 2
Materi Basis Data
Faruma Computer
Contoh Kasus Database
Pemodelan Database
KUMPULAN QUERY
Presentasi_EDR PT
Query OR AND YEAR
Relasi Tabel



Semoga bermanfaat bagi anda semua . .
=============== SELAMAT MENDOWNLOAD ===============

0 komentar:

Posting Komentar

 
Developer by Yusuf Afandi